/

Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 17 Oktober 2021

 TABEL MUDAH MEMAHAMI ILMU NAHWU
UNTUK PEMULA

Ilmu nahwu

Loncat ke pencarian

Ilmu an-Nahwu (bahasa Arabﻋﻠﻢ النحو‎; bahasa Indonesianahu, sintaksisbahasa Inggrissyntax) merupakan salah satu bagian dasar dari ilmu tata bahasa dalam bahasa Arab untuk mengetahui jabatan kata dalam kalimat dan bentuk huruf atau harakat terakhir dari suatu kata.




TABEL PEMBAGIAN WARISAN

    Pembagian harta warisan kadang menimbulkan konflik di keluarga. Agar tak menjadi masalah di kemudian hari, tak ada salahnya jika menggunakan hukum Islam untuk menyelesaikan perselisihan, terutama bagi yang Muslim.

Melansir buku berjudul "Pembagian Warisan Menurut Islam" yang dikarang Muhammad Ali Ash- Shabuni, setidaknya ada enam macam jumlah pembagian warisan yang ada di Al-Quran. Yakni setengah, seperempat, seperdelapan, dua pertiga, sepertiga, dan seperenam.



Jumat, 15 Oktober 2021

TEKS SULUK DZAKAKUBABUN



TABEL MAKNA PEGON & RUJUK-RUJUKNYA

    Abjad Pegon (Bahasa Jawa/Bahasa Sunda: ابجد ڤيڮون, Abjad Pégon; Bahasa Madura: أبجاد ڤٰيغو, Abjad Pèghu)[a] adalah abjad Arab yang dimodifikasi untuk menuliskan bahasa Jawa, Madura, Sunda, dan Indonesia. Kata pegon berasal dari kata berbahasa Jawa pégo yang berarti "menyimpang".[3] Sebab bahasa Jawa yang ditulis dalam huruf Arab dianggap sesuatu yang tidak lazim.[3] Berbeda dengan Abjad Jawi, Abjad Pegon lebih memperjelas perbedaan fonem dengan bantuan harakat.

Bersama dengan Abjad Persia, Pegon langsung diturunkan dari Abjad Arab.[4] Abjad Sorabe yang pernah digunakan untuk menulis bahasa Malagasi di Madagaskar, diyakini diturunkan dari Abjad Pegon.


Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pegon sendiri digunakan di kalangan umat Muslim, yang hidup dari pendidikan agama di pesantren. Pegon sendiri muncul bersama Islam di Jawa. Pada saat itu, orang-orang Jawa masih menggunakan aksara Kawi dan aksara Jawa untuk menuliskan teks berbahasa Jawa klasik, dan aksara Sunda kuno untuk menuliskan bahasa Sunda klasik. Ketika Islam masuk ke Tanah Jawa, penggunaan abjad Arab sangat diintensifkan, karena dibutuhkan untuk memaknai kitab-kitab Al-Qur'ān, tafsirnya, serta kitab-kitab ḥadiṡ. Untuk berkomunikasi dengan orang Jawa yang menuturkan bahasa Jawa, para 'ulama kemudian mengadaptasi abjad Arab yang digunakan olehnya sebagai bahasa sehari-hari ke dalam bahasa Jawa. Mereka menulisnya agar orang-orang Jawa lebih mudah dalam memahami agama, terlebih metode dakwah keliling saat itu masih lazim untuk menyiarkan Islam. Di era Wali Songo, contoh kitab misalnya Suluk Sunan Bonang, yang diyakini merupakan buah karya Sunan Bonang.[5]

Di wilayah Melayu sendiri, abjad yang masih bersaudara dengan Pegon adalah abjad Jawi, digunakan untuk menulis bahasa Melayu.[6] Dalam perkembangannya, seluruh lembaga pendidikan agama Islam di Jawa maupun Sumatra menggunakan kitab-kitab dengan abjad Arab, baik dalam bahasa Arab sendiri maupun bahasa-bahasa yang dipakai di daerah setempat, utamanya bahasa Melayu, Jawa, sampai Thailand selatan.[5]

Sayangnya, abjad Arab asli ini tidak mendukung fonem-fonem bahasa Jawa seperti e atau ocapadhanyatha, dan nga. Pada akhirnya, di samping mengadopsi huruf-huruf asli Arab, abjad ini juga mengadopsi abjad Persia yang memiliki fonem-fonem tersebut selain dha dan tha.[7] Pada akhirnya, huruf-huruf baru diciptakan, yang diyakini diturunkan dari abjad Persia seperti ca dan gaf. Huruf-huruf lainnya diyakini diciptakan berdasarkan huruf asli Arab, misalnya pa dari fa' yang diberi tiga titik, atau ca dari jim diberi tiga titik. Pada masa lalu, Pegon ditulis dengan harakat untuk membedakan e dan o, namun saat ini abjad Pegon sudah tidak lagi menggunakan harakat (beberapa orang menyebut ini Gundhil).[8] Karena abjad ini digunakan untuk menulis bahasa Jawa, maka orang Arab tidak mampu membaca teks ini sebelum mampu mempelajari bahasa Jawa karena ada huruf-huruf yang dianggap "asing" bagi mereka.

Saat ini huruf Pegon di Jawa dipergunakan oleh kalangan umat Muslim, terutama di pesantren-pesantren. Biasanya ini hanya dipergunakan untuk menulis tafsiran atau arti pada Al-Qur'ān, tetapi banyak pula naskah-naskah manuskrip cerita yang secara keseluruhan ditulis dalam Pegon. Misalkan naskah-naskah Serat Yusup. (Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Abjad_Pegon)



 

Selasa, 12 Oktober 2021

 Lirik Teks Lagu Man Ana Laulakum

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ 
engkaulah murobbi cahaya ilahi 
wahai alloh rabbi jaga guru kami 
kamilah pendosa yang harapkan cinta 
wasilah yang mulya darimu syaikhona 

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ            
Cintakun yang suci padamu murobbi 
tak akan teganti dan kekal abadi 
karenamu kubisa menjadi manusia 
ber akhlak mulia berkatmu syaikhona 

مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا مَنْ أَنَا لَوْلَاكُمْ كَيْفَ مَا حُبُّكُمْ كَيْفَ مَا أَهْوَاكُمْ
kabulkan ya robbi harapanku ini 
agar sang murobbi meridhoi kami 
panjangkan usianya sehatkan badannya 
supaya berkahnya menyertai hamba 



Tawassul Majlis Sholawat
Pondok Pesantren Darul Falah Pusat
Bendomungal - Sidorejo - Krian - Sidoarjo - Jawa Timur